Arnisfarida's Blog


Apa itu HEMATOLOGY ANALYZER…
Februari 16, 2010, 2:53 pm
Filed under: kimia chemical chemistry

Hematology Analyzer
Hematology Analyzer adalah alat untuk mengukur sampel berupa darah. Alat ini biasa digunakan dalam bidang Kesehatan. Alat ini dapat mendiagnosis penyakit yang diderita seorang pasien seperti kanker, diabetes, dll. Prinsip kerjanya hampir sama dengan alat Fotometer namun alat ini lebih canggih.

hematology analyzer mindray bc 3000

hematology analyzer mindray bc 3000

Iklan


aplikasi kimia fisik PENGERITINGAN RAMBUT (Reaksi Redoks)
Februari 16, 2010, 2:35 pm
Filed under: kimia chemical chemistry

BAB 1 PENDAHULUAN

LATAR BELAKANG

Mengeriting adalah merubah struktur rambut lurus menjadi berombak. Kosmetik yang digunakan adalah kosmetik yang berasal dari bahan kimia, karena tujuan mengeriting selain merubah struktur juga untuk menambah keindahan penampilan rambut, maka dalam melakukan pengeritingan harus hati-hati dan cermat serta menggunakan langkah yang benar.

Pada zaman modern ini ada yang ingin mengeriting rambut lurusnya dan ada pula yang ingin meluruskan rambut keritingnya (rebonding). Reaksi kimia yang digunakan dalam mengeriting atau meluruskan rambut adalah reaksi oksidasi-reduksi ikatan disulfida. Mula-mula rambut direaksikan dengan reduktor, yang memecah ikatan S-S- menjadi dua gugus SH. Hal ini menyebabkan terpisahnya rantai protein. Rambut yang direduksi kemudian dapat diluruskan. Akhirnya, rambut yang sudah direduksi dan ditata kembali itu dioksidasi dengan oksidator untuk membentuk ikatan silang disulfida kembali. Tentu saja, ikatan disulfida sekarang tidak lagi seperti kedudukan asalnya, dan tetap berada pada bentuk yang baru.

Mengeriting rambut dasar berisi tentang mendiagnosa kulit kepala dan rambut, melakukan pencucian tanpa pengkondisian, parting rambut, blocking rambut, menggulung rambut, mengaplikasikan kosmetik pengeritingan rambut, menentukan waktu pengeritingan, mengetes hasil pengeritingan, penetralisiran pengeritingan.dan pembilasan. Proses pengeritingan rambut dari rambut lurus hingga menjadi keriting scara garis besar yaitu terjadi proses perming,yaitu proses kimia dan fisika yg bisa merubah keriting-lurusnya rambut. Suatu protein yang disebut dengan keratin, merupakan protein yang membentuk rambut manusia, terdiri dari unsure sistin, yaitu senyawa asam amino yang memiliki unsur sulfida, dalam jumlah persentase yang cukup tinggi. Jembatan disulfida -S-S- dari sistin merupakan salah satu faktor utama yang bertanggung jawab atas berbagai bentuk dari rambut kita. Rambut lurus atau keriting dikarenakan keratin mengandung jembatan disulfida yang memampukan molekul untuk mempertahankan bentuk-bentuk tertentu

TUJUAN

Makalah ini dibuat untuk memenuhi nilai praktikum pelajaran kimfis. Setelah mempelajari makalah ini diharapkan pembaca dapat memiliki dan menguasai pengetahuan dan ketrampilan tentang pengeritingan rambut dasar.

BAB 2 PEMBAHASAN

Prinsip

Protein merupakan komponen utama dalam sel hidup yang memegang peranan penting dalam proses kehidupan. Protein berperan dalam struktur dan fungsi semua sel makhluk hidup dan virus. Protein pembangun misalnya keratin yang terdapat pada kulit, kuku dan rambut. Molekul protein mengandung karbon, hidrogen, oksigen, nitrogen dan sulfur serta Posfor.

Gambar 1 Struktur Protein

Keratin adalah protein yang tidak reaktif secara kimiawai dan tahan lama secara mekanik, terdapat dalam semua vertebrata tingkat tinggi. Keratin adalah komponen dasar dari lapisan luar epidermal dan anggota badan yang berkaitan seperti rambut, tanduk, kuku dan bulu. Keratin diklasifikasikan sebagai a-keratin yang terdapat dalam mamalia, dan b-keratin yang terdapat dalam burung dan reptil. Studi mikroskopik elektron menunjukkan bahwa rambut, yang tersusun utamanya dari a-keratin, terdiri dari struktur hierarki. Rambut biasanya mempunyai diameter 20mm dan terdiri dari sel mati, dimana tiap-tiapnya mengandung mikrofibril (2000 Amstrong dalam diameter) yang terorientasi secara paralel terhadap serabut rambut.

Makrofibril tersusun dari mikrofibril (80 Amstrong dalam diameter) yang tertumpuk bersama oleh matriks protein amorfus yang kaya akan kandungan sulfur. a-keratin kaya akan residu Cys, yang cross-link secara sejajar dengan ikatan peptida. Hal ini berguna untuk kelarutan dan ketahannya terhadap regangan, dua dari sifat biologis utama suatu a-keratin. a-keratin diklasifikasikan sebagai “keras” atau “lunak” berdasarkan pada apakah kandungan sulfurnya tinggi atau rendah. Keratin keras, seperti rambut, tanduk, dan kuku. Sedangkan keratin lunak, seperti kulit dan tulang belulang, karena ikatan disulfidanya dapat melawan gaya yang cenderung akan mendeformasikannya. Ikatan disulfidanya dipotong, serabut a-keratin dapat diregangkan dua kali panjang dari panjang awalnya dengan memberikan panas lembab. Dalam proses ini, analisis X-ray mengindikasikan bahwa struktur heliks a memanjang dengan pengaturan kembali yang seiring dari ikatan hidrogen untuk membentuk lembaran plat-b. b-keratin, seperti bulu, mempunyai pola X-ray dalam keadaan normalnya.

Gambar 2 Struktur Rambut

Mengeriting rambut merupakan suatu proses rekayasa biokimia. Sebagaimana telah diketahui, keratin merupakan komponen utama yang menyusun hampir seluruh berat kering rambut. α-keratin adalah protein serat utama yang memberikan perlindungan eksternal bagi vertebrata. Secara khas, protein ini mengandung residu sistin. Seperti tersirat pada namanya, struktur α-keratin berupa rantai polipeptida yang membentuk konformasi α-heliks (seperti spiral). Konformasi α-keratin berbeda dengan konformasi β-keratin. Pada β-keratin, strukturnya berbentuk β-sheet, yaitu kerangka rantai polipeptidanya meluas membentuk struktur zig-zag. Selain terdapat pada rambut, α-keratin terdapat pula pada wol, sayap, kuku, cakar, duri, tanduk, sisik, kuku kuda, kulit penyu, dan sebagainya. Sedangkan β-keratin terdapat misalnya pada sutera dan jaring laba-laba. Perbedaan struktur α-heliks dan β-sheet dapat dilihat pada gambar berikut. Perhatikan bahwa pada α-heliks terdapat ikatan hidrogen di dalam rantai (intra), sementara pada β-sheet tidak ada, yang ada adalah ikatan hidrogen antar rantai (ikatan hidrogen ditunjukkan oleh garis putus-putus berwarna merah).

Gambar 3 Struktur Keratin

Pada rambut, sepasang rantai heliks α-keratin saling melilit, kemudian 2 pasang lilitan (protofilament) bergabung membentuk 4 molekul protofibril. Selanjutnya 8 protofibril bergabung membentuk susunan mikrofibril. Susunan seperti ini elastis dan fleksibel. Namun pada jaringan yang berbeda-beda α-keratin mengeras dengan tingkat kekerasan yang berbeda beda, tergantung banyaknya ikatan silang disulfida yang terbentuk.

Gambar 4 Keratin pada Rambut

α-keratin pada rambut dapat diregang hingga hampir 2 kali panjang normalnya jika rambut tersebut diberikan uap panas. Dalam keadaan regang ini, konformasi α-heliks rusak, dan rantai polipeptidanya memanjang dalam konformasi hampir 2 kali panjang α-heliks. Hal ini terjadi karena uap panas merusak ikatan hidrogen yang mempertahankan struktur heliks bersama-sama, sehingga lilitan dibiarkan teregang menjadi konformasi yang lebih panjang (konformasi β). Jika α-keratin yang telah diuapkan dibiarkan mendingin dan gaya regang dilepaskan, protein ini secara spontan akan kembali pada konformasi α-heliks semula. Karena umumnya gugus R pada α-keratin lebih besar daripada gugus R pada β-keratin sehingga tidak cocok untuk konformasi β yang stabil.

Sifat khas α-keratin, demikian pula dengan kandungan jembatan disulfidanya inilah yang merupakan dasar bagi industri keriting rambut. Rambut yang akan dikeriting pertama-tama digulung mengelilingi suatu bentuk yang sesuai. Larutan senyawa pereduksi, biasanya senyawa yang mengandung gugus tiol atau sulfohidril (-SH), lalu diberikan pada rambut dengan pemanasan. Senyawa pereduksi memecah jembatan disulfida dengan mereduksi residu sistin-sistin, satu pada masing-masing rantai. Uap panas memecah ikatan hidrogen dan menyebabkan struktur α-heliks pada rantai polipeptida keratin rambut menjadi terbuka dan meregang. Setelah beberapa lama, larutan pereduksi diangkat, dan suatu pengoksidasi ditambahkan untuk memantapkan ikatan disulfida yang baru diantara pasangan residu sistein pada rantai polipeptida yang berdampingan (namun bukan pasangan yang sama seperti sebelumnya). Dengan pencucian dan pendinginan rambut, rantai polipeptida berubah menjadi konformasi α-heliks. Serat rambut sekarang menjadi keriting sesuai model yang diinginkan, karena jembatan disulfida yang baru terbentuk menimbulkan belokan/keriting pada untaian lilitan α-heliks pada serat rambut.

Ilustrasi tahap-tahapnya yaitu sebagai berikut :

Gambar 5 Proses Pengeritingan Rambut

Obat pengeriting rambut mengandung Ammonium Thioglycolate. Waving lotion (Amonium thioglycolate / tio ) bersifat alkalis , dapat menimbuklan luka di kulit kepala dan jari ( iritasi ), Amonium thioglycolate ( tidak boleh bercampur dengan Normalizes /neutralizer (H202), bila tercampur akan terjadi panas, dapat menyebabkan rambut bercabang, kemerahan, rapuh.

Gambar 6 Struktur Ammonium Thioglycolate

Amonium thioglycolate, juga dikenal sebagai perm garam, adalah senyawa kimia dengan rumus HSCH2CO2NH4. Garam ini terbentuk dari asam karboksilat asam thioglycolic (HSCH2CO2H) dan ammonia.

HSCH2COO + NH4 + HSCH2COOH + NH3

Asam thioglycolate dikembangkan pada tahun 1940-an digunakan sebagai obat untuk merontokkan rambut yang tidak dikehendaki untuk tumbuh dan masih digunakan sampai sekarang terutama dalam bentuk garamnya yaitu ammonium thioglycolate. Ammonium thioglycolate digunakan dalam proses pengeritingan rambut. Asam thioglycolate atau biasa disingkat TGA dapat mematahkan ikatan disulfide pada rambut. Zat ini bekerja pada Ph 9-9.5 dengan tidak terlalu merusak rambut. Zat ini terdapat dalam bentuk krim atau gel, obat ini dapat dibeli dalam kemasan kaleng dengan berat tiap kalengnya 37.5 kg. Sebelum digunakan didahului dengan menggunakan obat pelembut.

Ammonium thioglycolate lebih baik dibandingkan dengan sodium hidroksida ataupun guanidine hidroksida. Sodium hidroksida adalah zat yang paling kuat daripada ammonium glycolate dan guanidine hidroksida. Sodium hidroksida kaustik adalah jenis bahan kimia yang benar-benar melembutkan serat rambut namun bahan kimia ini juga menyebabkan rambut membengkak pada waktu yang sama, tergantung dari berbagai faktor dan kondisi rambut yang akan diluruskan. Kekuatan larutan natrium hidroksida dapat bervariasi mulai dari 5 sampai 10 persen dengan pH yang bervariasi dari Ph 10-14. Semakin tinggi kekuatan natrium hidroksida dengan pH yang semakin tinggi maka semakin cepat zat ini dalam meluruskan rambut. Namun disisi lain, semakin besar pula potensi rambut akan rusak. Diperlukan perawatan khusus sebelum menggunakan bahan kimia ini.

Guanidine hidroksida cenderung kurang merusak rambut bila dibandingkan dengan natrium hidroksida. Produk-produk ini, masih dapat menyebabkan kerusakan pada rambut yaitu menimbulkan lemak pada kulit kepala. Guanidine hidroksida biasanya membutuhkan perawatan pengkondisian sebelum dan sesudah penggunaannya. Bahan kimia ini adalah campuran krim dengan kalsium hidroksida karbonat guanidine.

Proses Pengeritingan Rambut

Untuk mendapatkan hasil sempurna, dibutuhkan pengeritingan profesional. Tak perlu khawatir rambut akan jadi kering dan rusak akibat zat kimia obat keriting. Kini, pengeritingan dapat dilakukan dengan cara yang lebih aman dan sehat, misalnya teknologi baru pengeritingan rambut air wave, yaitu pengeritingan rambut yang menggunakan temperatur panas dan kelembapan udara dengan mesin canggih. Dengan memasukkan data yang diinginkan pada komputer, besar dan kecilnya ukuran ikal bisa dibentuk, dan dengan mudah dapat diatur. Bukan hanya itu, hasilnya juga beda dari alat pengeriting biasa. Rambut ikal terasa lebih lembut, halus, dan lentur. Jika daya atau tegangan konverter adaptor dual watt adalah konverter, perlu untuk mengubah pengaturan untuk rendah atau tinggi. Pengaturan rendah (0-25 watt) digunakan dengan alat cukur elektronik, radio, dan alat pengeriting rambut. Pengaturan tinggi (125-1875 watt) digunakan dengan pengering rambut, setrika, kapal uap, dan item lainnya.

Sebelum melakukan pengeritingan rambut dasar, ada langkah awal yang harus ditempuh, yaitu menganalisa jenis kulit kepala dan rambut, tujuannya untuk menentukan bahan pengeritingan rambut yang sesuai agar dalam melakukan pengeritingan rambut dasar tidak terjadi kesalahan-kesalahan yang dapat merusak rambut. Untuk dapat melakukan kegiatan tersebut maka perlu dipelajari mengenai:

  1. Jenis Kulit Kepala Dan Rambut

a. Jenis kulit kepala

Secara garis besar jenis kulit kepala ada dua macam, yaitu:

· Kulit kepala normal

· Kulit kepala kering

· Kulit kepala berminyak

b. Jenis rambut

Adapun jenis rambut ada 3 macam, yaitu:

· Rambut normal

· Rambut kering

· Rambut berminyak

c. Kelainan kulit kepala dan rambut

Sebagai bahan referensi dalam menganalisa kulit kepala dan rambut, maka kelainan kulit kepala dan rambut perlu dipelajari juga. Adapun beberapa kelaian kulit kepala yang sering terjadi adalah sebagai berikut:

· Kulit kepala berketombe

· Kebotakan (alopecia)

· Kurap (Tinea Capitis)

· Ujung rambut terbelah ( Trichopilosis )

· Rambut mudah patah ( Tricholocasia )

· Alergi

  1. Ciri Ciri Kulit Kepala Dan Rambut

a. Ciri-ciri kulit kepala

1) Ciri-ciri kulit kepala normal, adalah sebagai berikut:

· Kulit kepala kelihatan bersih

· Tidak berminyak

· Tidak bersisik

· Tidak kering

2) Ciri-ciri kulit kepala kering:

· Kulit kepala kelihatan kering

· Kulit kepala terlihat kusam

· Kulit kepala bersisik

3) Ciri-ciri kulit kepala berminyak, adalah:

· Kandungan minyak yang berlebihan di kulit kepala

· Kulit kepala selalu kelihatan basah dan lengket

· Kulit kepala mudah kotor dan biasanya kotoran melekat pada kulit kepala.

b. Ciri-ciri jenis rambut

Tiap jenis rambut memiliki ciri-ciri rambut yang berbeda.

1) Ciri-ciri rambut normal adalah:

· Rambut kelihatan bercahaya, segar dan sehat

· Pertumbuhan rambut normal

· Bersifat higroskopis dengan elastisitas baik

· Rambut tidak mudah patah atau rusak

2) Ciri-ciri rambut kering adalah:

· Warna rambut merah, kusam, bila dipegang berbunyi gemerisik.

· Rambut mudah patah, rontok, dan elastisitas rambut kurang

· Pertumbuhan rambut jarang (tipis).

· Biasanya pada ujung rambut pecah atau bercabang.

3) Ciri-ciri rambut berminyak adalah:

· Pertumbuhan rambut lebat.

· Rambut kelihatan mengkilap, basah dan cepat kotor.

· Sifat higroskopis rendah, elastisitas rambut tinggi, dan tidak mudah patah.

· Adanya kadar lemak yang tinggi pada rambut

· Jika terdapat ketombe, ketombe basah dan melekat pada kulit kepala

c. Ciri-Ciri kelainan kulit kepala dan rambut

1) Ciri-ciri kulit kepala berketombe

· Selalu kelihatan kotor serta tidak rapi.

· Terdapat sisik-sisik putih yang melekat di kulit kepala dan dapat mengotori rambut.

· Ada rasa gatal di kulit kepala.

2) Ciri-ciri kulit kepala yang mengalami kebotakan (alopecia):

· Kerontokan rambut yang berlebihan

· Kulit kepala yang telah rontok rambutnya kadang kadang tampak halus dan tidak berpori.

3) Ciri-ciri kurap (tinea capitis)

Kelainan ini terjadi karena infeksi jamur, adapun cirinya adalah sebagai berikut:

· Rambut mudah patah pada batas antara akar dan batang rambut.

· Kulit kepala bintik-bintik, bersisik, kotor dan terdapat ujung patahan

4) Ciri-ciri ujung rambut terbelah ( trichopilosis )

Kelainan rambut ini terjadi karena kurang gizi, akibat suhu panas, rangsangan bahan kimia. Cirinya adalah:

· Ujung rambut terbelah

· Rambut terlihat kusam

5) Ciri-ciri rambut mudah patah ( tricholocasia )

Kelainan ini terjadi karena zat tanduk mengalami kemunduran kualitas, adapun ciri dari kelainan ini adalah rambut mudah patah dan rambut kusam.

6) Ciri-ciri alergi yang diakibatkan bahan kimia adalah sebagai berikut:

· Pada alergi ringan terjadi gatal-gatal dikulit kepala

· Pada alergi berat timbul pembengkakan disertai kemerah-merahan, rasa gatal yang hebat, timbul bintik-bintik dan gelembung-gelembung disusul pengelupasan kulit.

  1. Analisis kulit kepala dan rambut

Langkah yang sangat penting sebelum melakukan pencucian rambut adalah meneliti dan menganalisa kondisi kulit kepala dan rambut klien. Untuk dapat menganalisa kulit kepala dan rambut harus mempelajari tentang :

  1. Keadaan kulit kepala dan rambut

Jenis kulit kepala dan rambut harus diperiksa dengan sangat teliti, bagaimana jenis kulit kepala, dan bagaimana jenis rambutnya. Selain itu perlu diperhatikan juga apakah ada kelainan-kelainan di kulit kepala sebelum dilakukan pengeritingan rambut.

  1. Pori-pori rambut

Pori-pori rambut dapat menyebabkan rambut dapat menyerap barang cair. Barang cair yang terserap dapat mengubah beberapa dari sifat rambut, maka analisa harus dibuat pada waktu rambut dalam keadaan kering. Jika dianalisa pori-pori dapat menjadi ukuran untuk menentukan bahan kosmetik yang akan digunakan. Jenis pori-pori rambut yaitu:

· Pori-pori baik, yaitu pori-pori yang dapat menyerap kelembaban atau bahan-bahan kimia dalam waktu yang merata.

· Pori-pori sedang (normal), adalah berpori lebih sedikit dibanding berpori baik.

· Pori-pori kelebihan (extreme porosity), memiliki pori-pori yang berlebihan sehingga menyerap cairan sangat cepat.

Pengaruh pori-pori rambut dalam proses pengeritingan adalah proses pengeritingan, semakin berpori rambut itu maka akan semakin cepat menyerap waving lotion dan semakin cepat waktu yang diperlukan untuk proses pengeritingan.

  1. Kepegasan/elastisitas rambut

Kepegasan/elastisitas rambut adalah kemampuan rambut untuk merentang dan mengejut. Semua rambut itu bersifat pegas, akan tetapi kepegasan rambut berbeda-beda mulai dari kepegasan rambut yang baik sekali, kepegasan rambut baik, kepegasan rambut sedikit dan kepegasan rambut jelek.

Cara mengetes kepegasan rambut adalah sebagai berikut: ambilah sedikit rambut kering dan pegang antara ibu jari dan telunjuk dari tiap-tiap tangan, perlahan-lahan rentangkan diantara kedua tangan tersebut, makin panjang rambut itu dapat direntangkan dengan tidak putus makin besar kepegasan rambut itu. Jika kepegasannya baik rambut itu perlahan-lahan akan kembali setelah direntangkan. Rambut yang dengan kepegasan jelek akan segera putus jika direntangkan.

Rambut yang normal dapat direntangkan kira-kira seperlima dari panjangnya rambut dan akan mental kembali jika dilepas. Tetapi rambut yang basah dapat direntangkan antara 40 % hingga 50% dari panjangnya rambut.Semakin elastis rambut maka akan semakin baik hasil keritingnya.

  1. Sruktur Rambut

Untuk dapat menentukan dan melayani klien dengan tepat maka perlu dipelajari mengenai struktur rambut. Bagian-bagian dari rambut terdiri dari batang rambut, yaitu bagian dari rambut yang tumbuh di atas kepala, dan akar rambut, yaitu bagian dari rambut yang tumbuh di bawah kulit kepala.

1) Batang Rambut

Batang rambut mempunyai tiga lapisan sel, yaitu:

· Cuticula, yaitu lapisan yang berada di bagian paling luar atau merupakan suatu lapisan pelindung yang tersusun seperti gunting, yang berfungsi sebagai pelindung bagian dalam rambut.

· Cortex, yaitu bagian rambut yang terbesar, serta merupakan suatu lapisan di bawah kutikula dimana terdapat banyak penyimpanan obat yang sangat diperlukan oleh rambut.

· Medula, yaitu bagian dari rambut yang letaknya paling dalam.

2) Akar Rambut

Akar rambut sangat berperan menentukan besar dan bentuk rambut. Di dalam akar rambut terbentuk zat-zat yang sangat berguna bagi rambut, yaitu zat tanduk, zat warna, zat lemak serta zat-zat lain yang dibutuhkan oleh rambut.

· Bentuk sel rambut, ialah bulat pada rambut yang tumbuhnya lurus, bulat telur pada rambut yang tumbuhnya berombak, dan pipih pada rambut yang tumbuhnya keriting.

· Jenis rambut, ada tiga yaitu: rambut normal, rambut kering dan rambut berminyak.

· Follicle, ialah sebuah saluran di mana rambut tumbuh dan keluar dari dalam lapisan kulit. Follicle ini merupakan saluran yang tetap dan terbentang dari bull didalam dermis sampai epidermis.

· Papila, adalah sebuah sudut kecil yang terdapat didalam dasar follicle, dimana pada papila ini diproduksi sel-sel rambut.

· Kelenjar Keringat, yaitu sebuah pembuluh kecil yang terdapat di dalam dermis, terbentang sampai ke epidermis. Fungsi kelenjar keringat ini mengatur suhu badan dengan jalan memberikan uap air secara terus menerus.

· Kelenjar minyak, merupakan kantong kelenjar di dalam dermis yang berfungsi menghasilkan minyak untuyk menjaga kulit dan rambut supaya lunak dan hidup, sehingga rambut akan dapat dengan mudah disisir atau dibentuk.

· Muscle, merupakan sebuah garis kecil yang menghubungkan follicle dengan kulit. Urat ini akan bekerja pada udara yang dingin, yang menyebabkan pembuluh mengecil. Dengan mengecilnya pembuluh, berarti kulit menjadi mengkerut dan menekan kelenjar minyak, sehingga minyak akan keluar dan membasahi rambut. Dengan demikian maka suhu badan tetap hangat pada cuaca dingin.

  1. Bentuk rambut.

Pada dasarnya bentuk rambut ada 3 macam, yaitu:

· Bentuk rambut lurus, biasanya untuk rambut ini penampang rambutnya berbentuk bulat.

· Bentuk rambut berombak, penampang rambut berbentuk oval.

· Bentuk rambut keriting, bentuk penampang rambut akan terlihat rata.

Sedangkan rambut keriting ada dua macam, yaitu keriting asli dan keriting buatan. Bentuk rambut perlu dipelajari untuk menentukan apakah rambut bisa dikeriting atau tidak.

  1. Kepanjangan rambut.

Kepanjangan rambut dikategorikan menjadi tiga macam, yaitu:

· Rambut pendek.

· Rambut setengah panjang.

· Rambut panjang.

Kepanjangan rambut berkaitan dengan penentuan besar kecilnya roto yang akan digunakan dalam proses pengeritingan. Bentuk dan ukuran roto dapat dilihat pada

  1. Densitas rambut.

Densitas rambut adalah ketebalan rambut yang tumbuh dikulit kepala. Ketebalan rambut seseorang akan berbeda dengan yang lainnya. Secara umum densitas rambut dikelompokkan menjadi tiga, yaitu:

· Rambut tebal

· Rambut normal/sedang

· Rambut tipis

Densitas rambut yang normal adalah 1000 helai per inchi. Dalam hal pengeritingan rambut densitas rambut akan berpengaruh pada besar kecilnya roto yang digunakan.

Gambar 7 Bentuk Dan Ukuran Roto

  1. Diameter Rambut

Diameter rambut berkaitan dengan besar kecilnya batang rambut. Adapun secara garis besar diameter rambut dikelompokkan menjadi tiga, yaitu:

· Diameter besar (kasar)

· Diameter sedang (sedang)

· Diameter kecil (halus)

Besar kecilnya diameter rambut akan berpengaruh pada penyerapan solution. Rambut yang yang berdiameter besar lebih cepat menyerap solution dan semakin kecil diameter rambut akan semakin lama penyerapan solution. Semakin cepat menyerap solution, maka semakin cepat keriting jadi.

  1. Porositas rambut

Porositas rambut adalah kemampuan rambut menyerap zat cair. Tingkat porusitas rambut ada tiga, yaitu porus, normal dan resisten. Tingkat poositas akan berpengaruh pada kecepatan penyerapan solution keriting. Semakin porus semakin singkat waktu olahnya dan semakin encer solution keriting yang digunakan.

  1. Hasil Ikal

Hasil ikal dalam pengeritingan ada tiga macam, yaitu: Ikal besar, ikal sedang dan ikal kecil. Macam ikal yang diharapkan menentukan roto yang digunakan. Jika ingin hasil ikal besar gunakan roto besar, jika ingin ikal sedang gunakan roto sedang dan gunakan roto kecil untuk hasil ikal kecil.

  1. Jumlah Roto

Jumlah roto yang digunakan dalam pengeritingan rambut ditentukan oleh densitas rambut, dan kepanjangan rambut. Semakin tebal dan semakin panjang rambut akan membutuhkan roto semakin banyak juga.

  1. Solution dan Netralizer

Jenis solution dan netralizer yang digunakan tergantung pada kondisi rambut antara lain: jenis rambut, porositas rambut dan diameter rambut. Sedangkan jumlah solution dan netralizer yang digunakan tergantung pada panjang pendeknya rambut serta densitas rambut.

  1. Penggunaan zat pengkondisi

Fungsi zat pengkondisi adalah untuk memberikan stabilitas porositas pada batang rambut. Zat pengkondisi mengandung lanolin, protein, dan kolestral serta bersifat asam.Macam kosmetik pengkondisi adalah sebagai berikut:

1. Preconditioner, yang digunakan sebelum melakukan pengeritingan rambut bagi rambut yang porus. Fungsinya melindungi batang rambutyang terlalu porus agar rambut tidak semakin porus setelah dikeriting.

2. Conditioner, digunakan setelah proses pengeritingan, fungsinya untuk mengembalikan minyak alami rambut yang banyak terbuang pada saat proses pengeritingan rambut.

4. Melakukan Tes Skin

Tes skin adalah pengetesan kulit terhadap kosmetika pengeritingan rambut yang digunakan, untuk memastikan apakah kosmetika yang akan digunakan tidak membahayakan klien, karena sensitifitas antara klien satu dengan lainnya akan berbeda-beda.

5. Menentukan kosmetik pengeritingan

Setelah melalui tahap diagnosa dan tes skin selesai maka dapat ditentukan kosmetik pengeritingan sesuai dengan kondisi kulit dan rambut klien dan kepekaan kulit yang dilakukan dengan tes skin. Sehingga kosmetik yang ditentukan benar-benar sesuai dan aman bagi klien.

Cara mendiagnosa kulit kepala dan rambut dalam proses pengeritingan rambut dasar adalah sebagai berikut:

· Memasang handuk pada bahu klien

· Menyikat dan menyisir rambut klien

· Memeriksa keadaan kulit kepala dan rambut, yaitu:

a) Memeriksa jenis kulit kepala

b) Memeriksa jenis rambut

c) Memeriksa Pori-pori rambut.

d) Kepegasan/Elastisitas rambut.

e) Struktur rambut

f) Bentuk rambut.

g) Kepanjangan rambut.

h) Densitas rambut.

i) Diameter rambut.

j) Porusitas rambut

k) Menentukan Hasil Ikal

l) Menentukan Jumlah Roto

m) Menentukan Solution dan Netralizer

n) Menentukan penggunaan zat pengkondisi

o) Menentukan kosmetik yang digunakan

PENCUCIAN RAMBUT UNTUK PENGERITINGAN

Dalam proses pengeritingan rambut, pencucian rambut yang dilakukan adalah pencucian rambut dengan shampoo basah.

1. Pencucian Rambut Tanpa Pengkondisian

Yang dimaksud dengan pencucian rambut tanpa pengkondisian adalah pencucian rambut dengan shampoo basah tetapi tidak melakukan pemberian conditioner untuk rambut.

2. Mencuci Macam-Macam Jenis Rambut Dengan Shampo Basah

Yang dimaksud mencuci macam-macam jenis rambut dengan shampoo basah di sini adalah melakukan proses pencucian rambut dengan shampoo basah, yang dilakukan pada bermacam-macam jenis rambut. Teknik mencuci rambut sama, akan tetapi penetapan kosmetika pencucian rambut yang berbeda, tergantung dengan jenis rambutnya.

3.Pembilasan

Pembilasan dilakukan pada pencucian rambut dengan shampoo secara basah, untuk menghilangkan semua bahan kosmetik dalam hal ini shampoo agar busa shampoo benar-benar hilang dan bersih. Jadi tujuan pembilasan adalah membersihkan busa dari rambut dan kulit kepala.

4. Penyisiran

Penyisiran ini dilakukan setelah proses pencucian rambut dengan shampoo basah, sebelum mendapat perlakuan lain. Dalam hal ini penyisiran dilakukan untuk disiapkan ke proses pengeritingan rambut.

PENGERITINGAN RAMBUT DASAR

1. Mengeriting rambut

a. Pengertian

Yang dimaksud dengan mengeriting rambut adalah suatu tindakan mengubah rambut lurus menjadi rambut bergelombang/keriting dengan cara menggulung rambut, memberi solution, dan menetralisir sehingga diperoleh keriting yang diinginkan.

b. Metode mengeriting rambut

Pada dasarnya ada dua metode mengeriting rambut, yaitu:

1. Metode mengeriting panas

Metode mengeriting panas daspat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu:

· Permanen spiral, yaitu menggulung rambut dari pangkal menuju ke ujung, biasanya dikerjakan pada rambut panjang.

· Croquinole, yaitu penggulungan rambut dari ujung menuju ke pangkal, untuk pengeritingan rambut pendek.

· Prexted, yaitu sama dengan croquinole tetapi sebelum dan selama pemakaian penggulung rambut dipanaskan.

· Tanpa mesin, yaitu cara mengeriting dengan menggunakan panas dari bahan kimia. Metode ini merupakan peralihan pengeritingan panas ke pengeritingan dingin.

2. Metode mengeriting dingin

Yang dimaksud mengeriting dingin adalah mengeriting berdasarkan proses kimia dibantu dengan tindakan fisik. Metode ini pertama kali dikenalkan di California yang sampai saat ini masih diakui di seluruh dunia.

c. Prinsip dasar mengeriting rambut

Prinsip-prinsip dasar mengeriting terdiri atas beberapa proses kimia, dapat dijelaskan sebagai berikut:

· Batang rambut terdiri atas ikatan-ikatan hidrogen dan ikatan disulfide (ikatan belerang). Jika rambut lurus diberi solution, maka keratin rambut menjadi lunak dan ikatan-ikatan molekulnya menjadi labil

· Pada kondisi ikatan molekul disulfida yang labil, dengan penggunaan solution dan penggulungan dengan roto menyebabkan pematahan ikatan hidrogen

· Pada saat ikatan rambut dipatahkan, kondisi molekul disulfida masih labil, selanjutnya diberikan netralizer untuk menstabilkan dan menguatkan

· Ikatan molekul disulfida maupun hidrogen yang terpatahkan tidak dapat tersambung semua secara sempurna hanya dengan netralisir, oleh sebab itu perlu zat pengkondisi agar minyak alami rambut yang terbuang pada saat proses pengeritingan dapat kembali, yaitu dengan memberikan conditioner pada pembilasan terakhir

d. Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Pengeritingan Rambut

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi proses pengeritingan rambut, antara lain adalah:

1) Kondisi rambut yang mempengaruhi pengeritingan adalah jenis rambut, bentuk rambut, diameter, porositas, densitas dan elastisitas.

2) Blocking, tebalnya harus sama denga diameter roto, panjang blocking ½ inchi lebih pendek dari panjang roto.

3) Roto, pemilihan ukuran roto sangat penting karena ukuran roto akan berpengaruh pada hasil ikalnya.Roto lurus menghasilkan ikal yang sama besar sepanjang rambut, roto cekung menghasilkan ikal yang bagian ujung rambut lebih kecil dari pada bagian pangkal.

4) Waktu olah dalam proses pengeritingan juga berpengaruh terhadap hasil pengeritingan, waktu olah yang berlebihan menyebabkan hasil pengeritingan tidak bagus dan rambut rusak, dan waktu olah yang kurang menyebabkan hasil pengeritingan kurang baik dan tidak ada ikal

5) Penentuan waktu pengeritingan akan sangat dipengaruhi oleh tekstur rambut, porositas rambut, kekuatan solution, temperatur ruang atau tubuh manusia. Baik tidaknya penggulungan rambut dan cukup tidaknya pemakaian solution.

e. Membagi rambut/Parting

Untuk pengeritingan dasar rambut dibagi menjadi sembilan bagian

Gambar 8. Parting rambut dari samping, belakang dan depan (Muntami, 2001)

f. Membloking rambut

Memblocking yaitu membagi daerah kepala menjadi daerah panel kerja yang seragam. Blocking juga dikenal sebagai subsectioning, dibagi-bagi lagi menjadi bagian-bagian yang lebih kecil dalam panel-panel. Tebalnya blocking sama dengan diameter roto yang digunakan, panjang blocking ½ inchi lebih pendek dari panjang roto, tetapi tidak boleh lebih panjang dari panjangnya tali., rambut yang lebat membutuhkan blocking yang kecil, dan tali yang lebih besar.Rambut yang tipis memerlukan blocking yang lebih kecil dan tali yang kecil juga.Besarnya tali dan blocking akan menentukan hasil ikal.

Gambar 9 Ketebalan blocking (Muntami, 2001)

Gambar 10 Pola Blocking

g. Menentukan Roto sesuai dengan bloking

Bentuk roto dan ukuran roto bermacam-macam, bentuk dan ukuran roto akan memberikan efek ikal yang berbeda-beda, maka pemilihan ukuran roto sangat penting. Roto lurus menghasilkan ikal yang sama besar sepanjang rambut,roto cekung menghasilkan ikal yang bagian ujung rambut lebih kecil dari pada bagian pangkal.

h. Teknik menggulung rambut

Ada tiga cara pemakaian ujung-ujung kertas yang digunakan dalam menggulung rambut pada proses pengeritingan, ketiga cara ini kalau digunakan secara benar sama efektifnya, tiga cara tersebut adalah:

· Gulungan dengan ujung kertas buku.

· Gulungan ujung kertas tidak rangkap.

· Gulungan dengan ujung kertas rangkap.

Cara menggulung rambut adalah sebagai berikut:

1) Rambut disisir kebawah hingga lurus.

2) Ujung rambut yang telah disisir, dijepit diantara jari telunjuk dan jari tengah. Jepit dan letakkan ujung kertas di atas ujung rambut membentuk sebuah amplop.

3) Pegang ujung rambut dengan hati-hati dan rata

4) Pasanglah roto dengan tangan kanan.

5) Letakkan roto di bawah ujung lipatan kertas sejajar dengan belahan rambut, tarik ujung kertas dan roto ke arah ujung-ujung, dan mulailah menggulung roto ke arah kulit kepala. Gulunglah rambut itu dengan lembut dan hindari gulungan yang terlalu besar pada roto, karena gulungan yang terlalu besar akan membuat bentuk ikal menjadi tidak baik

6) Ikatkan tali roto dengan rata dari ujung ke ujung, untuk mencegah kerusakan, sebaiknya tali jangan dipotong ke dalam rambut ataupun dipilin melawan curl.

Gambar 11 Langkah menggulung

Sedangkan cara menggulung dengan ujung kertas tidak rangkap langkah-langkahnya dapat dilihat pada gambar 3.5, Sedangkan cara menggulung dengan ujung kertas rangkap.

Gambar 12 Menggulung Dengan Ujung Kertas Tidak Rangkap

Gambar 13 Menggulung Dengan Ujung Kertas Rangkap

i. Teknik mengaplikasikan kosmetik pengeritingan rambut

Perlu diketahui bahwa kosmetika pengeritingan rambut meliputi: solution, netralizer dan kosmetik pengkondisi.

Solution adalah larutan asam tiaglikolat dan amonia yang disebut larutan Thio bersifat basa dan dapat mengubah struktur rambut secara permanen. Jenis solution berdasarkan pH nya adalah sebagai berikut:

1) Solution dengan pH 9,4 – 9,6 (solution sedang) untuk rambut normal.

2) Solution dengan pH di atas 9,6 (solution kuat) untuk rambut resisten/porusitas buruk atau rambut yang elastisitasnya tinggi.

3) Solution dengan pH di bawah 9,4 (solution lembut) untuk rambut yang porus dan elastisitasnya tinggi (baik).

4) Teknik mengaplikasikan solution ada dua macam, yaitu:

· Direct/fremoistering, yaitu pemberian solution secara langsung pada tiap blocking rambut yang akan digulung. Untuk teknik ini solution perlu dicampur dengan aquadest dengan perbandingan 1:1. Langkah-langkah mengaplikasikan solution dengan teknik direct adalah sebagai berikut: Basahi rambut dengan solution menggunakan botol aplikator ke seluruh bagian dalam satu waktu. Mulailah ½ inchi dari kulit kepala sampai 1 inchi dari ujung rambut.

· Undirect, yaitu pemberian solution setelah rambut digulung seluruhnya dengan roto.

5) Penentuan waktu pengeritingan

Waktu pengeritingan adalah waktu yang dibutuhkan oleh rambut mulai penyerapan kosmetik sampai terjadinya perubahan bentuk rambut. Waktu pengeritingan sangat tergantung pada: Tekstur rambut, porositas rambut, kekuatan solution, temperatur ruang atau suhu badan manusia, cukup tidaknya pemakaian solution, serta baik tidaknya penggulungan rambut.

6) Mengetes hasil pengeritingan

Mengetes hasil pengeritingan sebaiknya dilakukan tiap 10 menit sekali. Bila sudah terlihat huruf S pada setiap penggulungan maka pengeritingan pun telah terjadi. Pada waktu membuka gulungan rambut untuk mengecek hasil pengeritingan rambut tidak boleh ditarik. Jika waktu sudah cukup belum terjadi pengeritingan maka perlu ditambah dengan solution lagi.

Gambar 14 Teknik direct

Gambar 15 Teknik undirect

7). Penentuan waktu pengeritingan

Waktu pengeritingan adalah waktu yang dibutuhkan oleh rambut mulai penyerapan kosmetik sampai terjadinya perubahan bentuk rambut. Waktu pengeritingan sangat tergantung pada: Tekstur rambut, porositas rambut, kekuatan solution, temperatur ruang atau suhu badan manusia, cukup tidaknya pemakaian solution, serta baik tidaknya penggulungan rambut.

8) Mengetes hasil pengeritingan

Mengetes hasil pengeritingan sebaiknya dilakukan tiap 10 menit sekali. Bila sudah terlihat huruf S pada setiap penggulungan maka pengeritingan pun telah terjadi. Pada waktu membuka gulungan rambut untuk mengecek hasil pengeritingan rambut tidak boleh ditarik. Jika waktu sudah cukup belum terjadi pengeritingan maka perlu ditambah dengan solution lagi.

9) Pembilasan dengan air hangat

Jika hasil pengecekan pengeritingan telah terjadi, maka bilas dengan air hangat sampai bersih, pastikan tidak ada solution yang tertinggal, jika tidak bersih rambut akan rusak/merah ketika diberi netralizer.

10) Penetralisiran

Pemberian netralizer juga harus merata karena jika tidak rata rambut yang sudah terbentuk akan menjadi los waktu rambut dicuci.

11) Pembilasan air hangat dan air dingin

Pada pembilasan ini bertujuan membersihkan netralizer, bilas dengan bersih dan berikan conditioner.

Tahap Pengeritingan dengan Air Wave

1. Setelah dicuci, rambut digunting dengan teknik layer, gunting rambut agar teksturnya terlihat. Rambut lalu digulung dengan rol khusus mesin air wave. Gulungan bisa bervariasi sesuai model rambut

2. Setelah rambut tergulung sempurna, rambut diolesi obat pengeriting yang memiliki pH rendah. Keistimewaannya, obat ini aman bagi semua jenis rambut bahkan yang rusak sekalipun, karena tidak akan membuat rambut rapuh.

3. Selanjutnya adalah creeping process. Di sini pengeritingan rambut dilakukan oleh mesin dengan memanfaatkan kelembapan udara yang temperatur dan durasinya diatur secara komputerisasi dan bisa disesuaikan dengan kondisi rambut. Proses memakan waktu sekitar 15-20 menit. Selama pengeritingan berlangsung, setiap helai rambut juga sekaligus me-nerima nutrisi dan dilembapkan.

4. Proses akhir adalah glass transition, yang tujuannya untuk memantapkan keikalan rambut. Sisa obat pengeriting diisap keluar dengan tekanan udara melalui selang yang tersambung pada tiap gulungan rambut di dalam mesin. Selama proses ini, struktur rambut diperbaiki sehingga rambut yang dikeriting jadi sehat dan hasil ikalnya lebih tahan lama.

Macam – macam Alat Pengkeriting Rambut :

Gambar 16 Pengkeriting Rambut Type 5480CIH

BaByliss Ionic Ceramic 2000W – Dryer Perpaduan Teknologi Ion dan Keramik Pengering Rambut BaByliss baru yang mengatur rambut Anda dengan lembut

• Ion negatif yang menetralisir ion positif agar rambut lebih berkilau • Pemanas Keramik untuk penataan lembut dan cepat • 3 pengatur pemanasan dan 2 pengatur kecepatan • Tombol “cool shot” agar tatanan rambut tahan lama • “Diffuser” menyebarkan panas untuk menambah volume rambut

Gambar 17 Alat Pengkeriting Rambut Type 2362CH

BaByliss 24mm Ceramic LCD Curling Iron

Menata rambut anda dengan mudah sekaligus merawatnya

• Besi pengeriting 24mm untuk keriting alami

• Lapisan keramik untuk pemanasan lebih lama dan merata

• Display suhu digital

• Komponen pemanas canggih untuk pemanasan langsung

• Suhu 100º C – 200º C

Gambar 18 Alat Pengkeriting Rambut Type 2701CE

BaByliss Multi-functional Airstyler

Sikat rambut berbahan keramik termal untuk pengeritingan sempurna

• 1000 Watt

• 3 kecepatan / pengatur suhu

• Posisi “Cool Air”

• 3 alat tambahan

– sikat pengeriting 19mm

– sikat berbahan keramik termal 32mm

– nozzle dengan beberapa lubang

• Filter yang dapat diganti

• Kabel panjang

• Tas cantik

Contoh Alat Pelurus/Pengeriting Rambut

Gambar 19 Alat Pengkeriting Rambut Type 2025CE

BaByliss Ceramic Hair Straightener and Styler

Pelat keramik lebih tipis untuk mengangkat akar, meluruskan atau menata rambut anda

• Plat berlapis keramik

• Gagang berlapis beludru anti panas

• Berlampu indikator

• Tombol on/off

BAB 3 PENUTUP

SIMPULAN

Berdasarkan data dari sumber yang diperoleh rambut mengandung keratin dan proses pengeritingan rambut berdasarkan reaksi reduksi oleh panas.

SARAN

Lakukan pengeritingan rambut disertai dengan perawatannya yang maksimum, serta pemilihan serum pengeritingan disesuaikan dengan kondisi rambut.

DAFTAR PUTAKA

Andrean Johnny. 1988. Depth Basic Course, Sekolah Rambut dan Make Up. Jakarta: Johnny Andrean

Dewi Kusuma, dkk. 1999. Pelajaran Tata Kecantikan Rambut Tingkat Dasar. Jakarta: Yayasan Insani

Dewi Kusuma, dkk. 1999. Pengetahuan dan Seni Tata Rambut Modern. Jakarta: Yayasan Insani

Euisry. 2007. Mengeriting Rambut Sebuah Tinjauan Aspek Biokimia. (terhubung berkala) blog.multiply.com. (20 Des 09).

Hadi Suwarno Rudy dan Grace Soebekti. 1993. Pengeritingan .Jakarta: Lembaga Pengajaran Rudy Hadisuwarno

http://autoaccindo.com/babyliss/pelurus.htm (23/12/09)

http://www.feminaonline.com/fashion_beauty/fashion_beauty_detail.asp?id=290&cid=2&views=323 (23/12/09)

http://www.searchgrid.org/index.php?lang=id&cat=439&month=2009-09&id=9468 (23/12/09)

Impras7. 2009. Protein. (terhubung berkala). Blog.wordprress.com (20 Des 09)

Lehninger, A. L. 1988. Dasar-Dasar Biokimia Jilid I, Erlangga, Jakarta

Matthew, Biochemistry (e-book version)

Mirza. 2009. Protein Pada Kulit dan Rambut Buat Juleq, (terhubung berkala). Mirza.blogspot.com (20 Des 09).

Pusat Pengembangan dan Penataran Guru Kejuruan. 1997. Pengeritingan Dasar. Jakarta : P3G

R.M Langkir Notoadhisuryo. 2009. Konsep Pengeritingan. (terhubung berkala).

Tim FT Unesa. 2001. Pengeritingan Rambut Dasar. Depdiknas: Proyek Pengembangan Sistem dan Standar Pengelolaan SMK



HPLC VS GC
Februari 16, 2010, 2:02 pm
Filed under: kimia chemical chemistry

  1. HPLC (High Performance Liquid Chromatography)

Merek : SHIMADZU

    1. Hubungkan sumber ke arus listrik.
    2. Siapkan kebutuhan analisis (larutan fase gerak, larutan baku, larutan sample, alat-alat gelas,dll). Lakukan sonikasi larutan fase gerak dan sample.
    3. Celupkan suction filter selang A,B,C dan D kebotol larutan masing-masing fase gerak.
    4. Pastikan kolom telah terpasang.
    5. Hidupkan SPD-20A.
    6. Hidupkan LC-20AD.
    7. Hidupkan PC dan printer.
    8. Pada menu utama windows pilih program LC Solution
    9. Pada menu Real Time Analysis klik new untuk membuat metode baru.
    10. Atur parameter instrument dengan mengklik instrument parameters.
    11. Isi parameter-parameter instrument (laju alir, komposisi fase gerak, panjang gelombang analisis dan waktu analisis).
    12. Klik save untuk menyimpan, klik download untuk mengirim parameter ke HPLC.
    13. Aktifkan instrument dengan mengklik ON/OFF.
    14. Tunggu hingga 15 menit.
    15. Perhatikan baseline apakah sudah cukup lurus.
    16. Klik close. Analisis bisa segera dilakukan.

    1. GC 2010 (Gas Chromatography)

    Merek : SHIMADZU

    Model : GC-2010

    Fungsi GC : Untuk memisahkan sample yang bersifat volatile (menguap) sehingga tahan pada suhu tinggi (30-350ºC).

    Ø Sample yang digunakan berupa cairan, bila padatan harus dipreparasi terlebih dahulu.

    Ø Gas yang digunakan yaitu hydrogen dan helium, dikontrol oleh computer.

    Ø GC memiliki detector, sample yang dimasukkan ke detector dengan injection unit.

    Ø Semakin banyak sample semakin banyak ionnya.

    Ø Detector yang digunakan adalah FID (Flame Ionization Detector)

    Spesifikasi

    Software : GC-Solution

    Detector

    Temperature range : 400ºC

    Temperature setting : 1ºC steps

    No.of unit installed simultaneously : upto4unit(restricted depending on)

    Detector type : FID

    FID

    System : dual flow rate differential system

    Temp. range : 400ºC max

    Dynamic range : 105

    Minimum detected quantity : 3pg C/s (dodecane)

    Nozzle : guartz glass standard for packed

    option for capillary

    Prosedur pengoperasian GC-2010

    a. Hubungkan kabel power ke sumber listrik. Hidupkan stabilizer dan UPS.

    b. Siapkan kebutuhan analisis (baku, sample, dll)

    c. Pasang kolom sesuai dengan detector yang akan digunakan ( FID atau TCD)

    d. Buka aliran tabung helium.

    e. Untuk penggunaan FID, buka H2 dan hidupkan kompresor udara.

    f. Hidupkan GC-2010, PC, dan printer.

    g. Pada menu windows klik GC Real Time Analysis 1.

    h. Tentukan detector yang akan digunakan dan klik set untuk menyimpan setting yang telah dibuat.

    i. Isi parameter yang diinginkan (Suhu, injector, tekanan gas pembawa, laju aliran gas pembawa, dll).

    j. Klik save untuk menyimpan. Klik untuk mengirim parameter yang telah diset ke GC.

    k. Tunggu hingga baseline cukup lurus, setelah lurus analisis bisa dilakukan.



    neraca analitik vs ph meter
    Februari 16, 2010, 1:58 pm
    Filed under: kimia chemical chemistry

    1. Neraca Analitik
      1. Hubungkan neraca analitik dengan sumber arus
      2. Siapkan bahan yang akan ditimbang dan juga alat untuk menimbangnya yaitu kaca arloji.
      3. Normalkan neraca dengan menekan tombol O. Sampai dilayar akan tertera tulisan 0000. Neraca siap digunakan.
      4. Buka pintu neraca, masukkan kaca arloji. Timbang, lalu normalkan lagi neracanya dengan menekan tombol O.
      5. Masukkan sedikit demi sedikit bahan yang akan ditimbang. Timbang bahan tersebut sampai batas yang diinginkan.
      6. Tutup pintu neraca, tunggu hingga hasil yang tertera pada layer menunjukkan angka perhitungan yang akurat tidak berubah lagi. Lalu catat hasil penimbangan.
      7. Buka pintu neraca, keluarkan kaca arloji beserta hasil timbangannya.
      8. Tutup kembali pintu neraca. Normalkan kembali neraca dengan menekan tombol O.
    1. Ph-Meter

    Kalibrasi dan pengukuran pH-Meter

      1. Siapkan larutan buffer Ph 4.0 , 7.0 , dan 10.0
      2. Nyalakan ph meter dengan menggeser tombol yang berada di bagian atas alat dan alat akan hidup dan memunculkan nilai ph pada layer.
      3. Cuci elektroda dengan aquades kemudian keringkan dengan tisu.
      4. Siapkan buffer ph 7.0 kemudian celupkan elektroda tersebut maka ph meter akan mengukur buffer dan hasilnya akan tertera pada layer. Jika ph yang terukur tidak menunjukkan ph 7.0. maka atur phnya sampai nilainya menjadi 7.0 dengan cara menekan lubang dibagian belakan dengan obeng yang telah disediakan.
      5. Keluarkan elektroda dari buffer 7.0 kemudian cuci dengan aquades dan keringkan dengan tisu.
      6. Lakukan hal yang sama dengan buffer ph 4.0
      7. Ph meter siap digunakan
      8. Celupkan elektroda pada larutan contoh yang akan diukur phnya. Catat nilai ph yang tertera dilayar.
      9. Keluarkan elektroda dari larutan contoh kemudian cuci dengan aquades dan keringkan dengan tisu.
      10. Apabila telah selesai cuci elektroda sampai bersih kemudian rendam dalam larutan KCl.


    oven (alat laboratorium)
    Februari 16, 2010, 1:42 pm
    Filed under: kimia chemical chemistry

    OVEN

    Pendahuluan

    Oven adalah suatu peralatan yang berfungsi untuk memanaskan ataupun mengeringkan. Biasanya digunakan untuk mengeringkan peralatan gelas laboratorium, zat-zat kimia maupun pelarut organik. Dapat pula digunakan untuk mengukur kadar air. Suhu oven lebih rendah dibandingkan dengan suhu tanur yaitu berkisar antara 105ºC. Tidak semua alat gelas dapat dikeringkan didalam oven, hanya alat gelas dengan spesifikasi tertentu saja yang dapat dikeringkan, yaitu alat gelas dengan ketelitian rendah. Sedangkan untuk alat gelas dengan ketelitian tinggi tidak dapat dikeringkan dengan oven. Apabila alat gelas dengan ketelitian tinggi tersebut dimasukkan ke dalam oven, maka alat gelas tersebut akan memuai dan berakibat ketelitiannya tidak lagi teliti. Biasanya digunakan desikator untuk mengeringkannya.

    Spesifikasi oven yang digunakan ialah :

    Merek : YENACO

    Tipe : YNC – OV – 30L

    GLASS WINDOW WITH BLOWING FAN

    Cara penggunaan

    Penggunaan oven tersebut relatif mudah. Namun sebelumnya perlu diketahui fungsi dari beberapa tombol yang terdapat pada oven tersebut. Tombol POWER adalah tombol yang digunakan untuk menghidupkan ataupun mematikan oven. Selain itu terdapat tombol untuk menyalakan atau mematiakn kipas. Knop berwarna biru berfungsi untuk menaik turunkan kecepatan putaran kipas. Pada bagian depan oven terdapat 2 layar yang menunjukkan suhu. Layar PV menunjukkan suhu alat sedangkan layar SV menunjukkan suhu yang diinginkan. Tombol SET, UP (panah keatas) dan DOWN (panah kebawah) digunakan untuk mensetting suhu yang diinginkan. Dapat pula untuk mensetting waktu.

    Dalam penggunaan oven, setelah pintu oven dibuka, alat yang ingin dikeringkan dimasukkan kedalam oven dan pintu ditutup kembali. Setelah itu, tombol POWER ditekan, kipas dinyalakan dan kecepatan kipas juga diatur. Kemudian set suhu dengan menekan tombol SET. Layar SV akan menunjukkan suhu yang diinginkan. Tunggu hingga layar PV menunjukkan suhu yang hampir sama dengan layar SV. Lalu oven dimatikan dengan menekan tombol POWER. Alat dikeluarkan dari dalam oven.

    Perawatan

    Oven yang baik adalah oven yang selalu dirawat. Sebelum oven digunakan bersihkan semua aksesori dan rak tatakan. Selalu pastikan steker oven sudah dicabut dan oven sudah dingin sebelum dibersihkan. Buka pintu oven dan bagian dalam dibersihkan dengan lap lembut dalam air panas atau detergen. Zat abarsif jangan digunakan untuk membersihkan oven. Jangan mengelap elemen pemanas. Bagian luar dapat dibersihkan dengan lap basah.

    Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, tidak diperbolehkan menggunakan alat gelas untuk dimasukkan kedalam oven. Jagalah agar selalu ada jarak minimal 1” antara bagian atas dan bagian elemen pemanas. Jangan sekali-sekali menggunakan oven dalam keadaan pintu terbuka. Hindari seringnya membuka pintu oven saat sedang digunakan, hal ini menimbulkan panas dalam oven berkurang. Selalu gunakan gegep untuk mengambil peralatan dari dalam oven. Hentikan pemakaian oven bila terlihat asap pada kabel listrik. Segera cabut steker dari stopkontak.



    kimia anorganik asam, basa, dan garam
    Februari 16, 2010, 1:37 pm
    Filed under: kimia chemical chemistry

    KIMIA ANORGANIK

    Kimia anorganik adalah cabang kimia yang mempelajari sifat dan reaksi senyawa anorganik. Ini mencakup semua senyawa kimia kecuali yang berupa rantai atau cincin atom-atom karbon yang disebut senyawa organik dan dipelajari dalam kimia organik. Perbedaan antara kedua bidang ilmu ini tidak mutlak dan banyak tumpang tindih, khususnya dalam bidang kimia organologam. Senyawa anorganik dibagi lagi dalam beberapa pokok bahasan yaitu asam, basa, dan garam.

    ASAM

    Asam (yang sering diwakili dengan rumus umum HA) secara umum merupakan senyawa kimia yang bila dilarutkan dalam air akan menghasilkan larutan dengan pH lebih kecil dari 7. Dalam definisi modern, asam adalah suatu zat yang dapat memberi proton (ion H+) kepada zat lain (yang disebut basa) atau dapat menerima pasangan elektron bebas dari suatu basa dalam reaksi penetralan untuk membentuk garam. Contoh asam adalah asam asetat dan asam sulfat. Asam Arrhenius dapat dirumuskan sebagai HxZ.

    Sifat-sifat asam secara umum adalah berasa masam ketika dilarutkan dalam air, asam terasa menyengat bila disentuh terutama asam kuat, asam bereaksi hebat dengan kebanyakan logam, yaitu korosif terhadap logam,asam dapat pula menghantarkan listrik, walupun tidak selalu ionic, merupakan elektrolit.

    Asam memiliki berbagai kegunaan. Asam sering digunakan untuk menghilangkan karat dari logam dalam proses yang disebut “pengawetasaman” (pikling). Asam dapat digunakan sebagai elektrolit di dalam baterai sel basah, seperti asam sulfat yang digunakan dalam baterai mobil. Pada tubuh manusia dan berbagai hewan, asam klorida merupakan bagian dari asam lambung yang disekresikan didalam lambung untuk membantu memecah protein dan polisakarida maupun mengubah proenzim pepsinigen yang inaktif menjadi enzim pepsin. Asam juga digunakan sebagai katalis, misalnya asam sulfat sangat banyak digunakan dalam proses alkilasi pada pembuatan bensin.

    BASA

    Basa menurut Arrhenius adalah senyawa yang jika dilarutkan dalam air menghasilkan ion hidroksida (OH). Jadi, pembawa sifat basa adalah ion OH. Basa Arrhenius merupakan hidroksida logam, dapat dirumuskan sebagai M(OH)x. Sifat basa secara umum adalah mempunyai rasa sedikit pahit dan bersifat kausatik. Larutan basa bersifat korosif terhadap kulit.

    GARAM

    Apabila suatu larutan asam dengan larutan basa dicampurkan dalam suatu bejana, maka ion H+ (dari asam) akan bereaksi dengan ion OH (dari basa) membentuk air.

    H+ + OH à H2O

    Reaksi antara asam dengan basa disebut reaksi penetralan (netralisasi). Hal ini dikarenakan, selain menghasilkan air, hasil reaksi antara asam dengan basa adalah suatu zat yang bersifat netral, yaitu zat yang tidak bersifat asam maupun basa. Zat netral yang dimaksudkan disini adalah garam, maka reaksi ini juga dikenal dengan istilah penggaraman dan dapat dituliskan sebagai berikut.

    asam + basa à garam + air

    Contoh sederhan dari reaksi penggaraman adalah reaksi antara asam klorida (HCl) dengan natrium hidroksida (NaOH), yang akan membentuk garam natrium klorida (NaCl) dan air (H2O).

    Pada dasarnya reaksi penggaraman (netralisasi) sangat berguna dalam kehidupan manusia. Reaksi netralisasi tidak hanya terbatas pada pembantukan garam dan air. Dalam kehidupan sehari-hari banyak dijumpai prinsip atau reaksi netralisasi, termasuk dalam bidang kesehatan dan pertanian.

    Contoh :

    Bersifat asam

    Bersifat basa

    Asam klorida encer dalam lambung yang berlebih dapat menyebabkan gangguan pencernaan (penyakit maag)

    Digunakan obat yang mengandung basa magnesium hidroksida atau alumunium hidroksida yang dapat menetralisir kelebihan asam lambung

    Sengatan lebah dapat mengakibatkan iritasi pada kulit

    Digunakan baking soda (natrium bikarbonat) untuk mengurangi iritasi kulit akibat sengatan lebah

    Mulut kita mengandung zat yang dapat merusak gigi dan menimbulkan bau mulut

    Digunakan pasta gigi sebagai penetral

    Sifat-sifat larutan garam bergantung pada kekuatan reaktif asam-basa penyusunnya.

    * Garam dari asam kuat dan basa kuat bersifat netral

    * Garam dari asam kuat dan basa lemah bersifat asam

    * Garam asam lemah dan basa kuat bersifat basa

    * Garam dari asam lemah dan basa lemah bergantung pada harga tetapan ionisai asam dan ionisasi basanya (Ka dan Kb)

    Ka > Kb : bersifat asam

    Ka < Kb : bersifat basa

    Ka = Kb : bersifat netral



    instruksi kerja alat spektrofotometer uv-vis merk hitachi, ph meter dan neraca analitik
    Februari 16, 2010, 1:34 pm
    Filed under: kimia chemical chemistry

    Instruksi kerja alat

    1. Spektrofotometer UV-VIS Merek : HITACHI U-2810 Model : 122-000 No : 1819-011 a. Hubungkan Spektrofotometer, computer, dan printer ke sumber arus b. Nyalakan computer dan printer terlebih dahulu, setelah itu nyalakan spektrofotometer dengan menekan tombol ON OFF pada main spektrofotometer. c. Klik tombol start, pilih program Hitachi Aplication “UV SOLUTION 2.1” d. Tampilan program akan muncul dan memberitahukan bahwa proses INISIALISASI sedang berlangsung, tunggu hingga proses selesai ditandai dengan munculnya warna hijau dan tertulis status ready. e. Biarkan selama 15 menit untuk pemanasan, setelah itu spektrofotometer siap digunakan. f. Atur panjang gelombangnya. g. Setelah itu spektrofotometer siap digunakan untuk pengukuran serapan sample pada panjang gelombang tertentu. h. Setelah selesai bekerja, kuvet dikeluarkan dan dibersihkan dari pelarutnya kemudian dikeringkan. Spektrofotometer dimatikan dengan mengklik tanda silang pada bagian kanan atas kemudian pilih cole the lamps and cole the windows kemudian tekan tombol ON OFF pada main unit spektrofotometer. 2. Neraca Analitik a. Hubungkan neraca analitik dengan sumber arus b. Siapkan bahan yang akan ditimbang dan juga alat untuk menimbangnya yaitu kaca arloji. c. Normalkan neraca dengan menekan tombol O. Sampai dilayar akan tertera tulisan 0000. Neraca siap digunakan. d. Buka pintu neraca, masukkan kaca arloji. Timbang, lalu normalkan lagi neracanya dengan menekan tombol O. e. Masukkan sedikit demi sedikit bahan yang akan ditimbang. Timbang bahan tersebut sampai batas yang diinginkan. f. Tutup pintu neraca, tunggu hingga hasil yang tertera pada layer menunjukkan angka perhitungan yang akurat tidak berubah lagi. Lalu catat hasil penimbangan. g. Buka pintu neraca, keluarkan kaca arloji beserta hasil timbangannya. h. Tutup kembali pintu neraca. Normalkan kembali neraca dengan menekan tombol O. 3. Ph-Meter Kalibrasi dan pengukuran pH-Meter a. Siapkan larutan buffer Ph 4.0 , 7.0 , dan 10.0 b. Nyalakan ph meter dengan menggeser tombol yang berada di bagian atas alat dan alat akan hidup dan memunculkan nilai ph pada layer. c. Cuci elektroda dengan aquades kemudian keringkan dengan tisu. d. Siapkan buffer ph 7.0 kemudian celupkan elektroda tersebut maka ph meter akan mengukur buffer dan hasilnya akan tertera pada layer. Jika ph yang terukur tidak menunjukkan ph 7.0. maka atur phnya sampai nilainya menjadi 7.0 dengan cara menekan lubang dibagian belakan dengan obeng yang telah disediakan. e. Keluarkan elektroda dari buffer 7.0 kemudian cuci dengan aquades dan keringkan dengan tisu. f. Lakukan hal yang sama dengan buffer ph 4.0 g. Ph meter siap digunakan h. Celupkan elektroda pada larutan contoh yang akan diukur phnya. Catat nilai ph yang tertera dilayar. i. Keluarkan elektroda dari larutan contoh kemudian cuci dengan aquades dan keringkan dengan tisu. j. Apabila telah selesai cuci elektroda sampai bersih kemudian rendam dalam larutan KCl. 4. HPLC Merek : SHIMADZU a. Hubungkan sumber ke arus listrik. b. Siapkan kebutuhan analisis (larutan fase gerak, larutan baku, larutan sample, alat-alat gelas,dll). Lakukan sonikasi larutan fase gerak dan sample. c. Celupkan suction filter selang A,B,C dan D kebotol larutan masing-masing fase gerak. d. Pastikan kolom telah terpasang. e. Hidupkan SPD-20A. f. Hidupkan LC-20AD. g. Hidupkan PC dan printer. h. Pada menu utama windows pilih program LC Solution i. Pada menu Real Time Analysis klik new untuk membuat metode baru. j. Atur parameter instrument dengan mengklik instrument parameters. k. Isi parameter-parameter instrument (laju alir, komposisi fase gerak, panjang gelombang analisis dan waktu analisis). l. Klik save untuk menyimpan, klik download untuk mengirim parameter ke HPLC. m. Aktifkan instrument dengan mengklik ON/OFF. n. Tunggu hingga 15 menit. o. Perhatikan baseline apakah sudah cukup lurus. p. Klik close. Analisis bisa segera dilakukan. 5. GC 2010 Merek : SHIMADZU Model : GC-2010 Fungsi GC : Untuk memisahkan sample yang bersifat volatile (menguap) sehingga tahan pada suhu tinggi (30-350ºC).  Sample yang digunakan berupa cairan, bila padatan harus dipreparasi terlebih dahulu.  Gas yang digunakan yaitu hydrogen dan helium, dikontrol oleh computer.  GC memiliki detector, sample yang dimasukkan ke detector dengan injection unit.  Semakin banyak sample semakin banyak ionnya.  Detector yang digunakan adalah FID (Flame Ionization Detector) Spesifikasi Software : GC-Solution Detector Temperature range : 400ºC Temperature setting : 1ºC steps No.of unit installed simultaneously : upto4unit(restricted depending on) Detector type : FID FID System : dual flow rate differential system Temp. range : 400ºC max Dynamic range : 105 Minimum detected quantity : 3pg C/s (dodecane) Nozzle : guartz glass standard for packed option for capillary Prosedur pengoperasian GC-2010 a. Hubungkan kabel power ke sumber listrik. Hidupkan stabilizer dan UPS. b. Siapkan kebutuhan analisis (baku, sample, dll) c. Pasang kolom sesuai dengan detector yang akan digunakan ( FID atau TCD) d. Buka aliran tabung helium. e. Untuk penggunaan FID, buka H2 dan hidupkan kompresor udara. f. Hidupkan GC-2010, PC, dan printer. g. Pada menu windows klik GC Real Time Analysis 1. h. Tentukan detector yang akan digunakan dan klik set untuk menyimpan setting yang telah dibuat. i. Isi parameter yang diinginkan (Suhu, injector, tekanan gas pembawa, laju aliran gas pembawa, dll). j. Klik save untuk menyimpan. Klik untuk mengirim parameter yang telah diset ke GC. k. Tunggu hingga baseline cukup lurus, setelah lurus analisis bisa dilakukan.