Arnisfarida's Blog


PENENTUAN KADAR KAFEIN DALAM OBAT ANALGESIK DENGAN KROMATOGRAFI CAIR KINERJA TINGGI
Mei 12, 2010, 7:37 pm
Filed under: KROMATOGRAFI | Tag:

PENENTUAN KADAR KAFEIN DALAM OBAT ANALGESIK DENGAN KROMATOGRAFI CAIR KINERJA TINGGI

Pendahuluan
Kafein adalah seyawa kimia yang terdapat didalam kopi, cocoa, dan juga teh, dengan rumus kimia C8H10O2N4.

Gambar 1 Struktur kafein
Kelarutan kafein dalam air semakin meningkat dengan naiknya temperatur. Secara umum kafein telah digunakan secara luas dalam bidang industri pangan dan farmasi, seperti dalam pembuatan minuman kaleng soft drink, dan juga obat untuk terapi / stimulan perbaikan syaraf dan diuretik. Kafein termasuk dalam alkaloid kelompok purine, disebut teobromin jika berada dalam coklat dan teamin jika berada dalam teh. Kafein meleleh pada temperatur 237,5 °C dan menyublim pada temperatur 176 °C tanpa terdekomposisi. Larutan jenuh kafein dalam air bersifat netral. Selain memberikan efek peningkatan energi, kafein juga berfungsi untuk meningkatkan konsentrasi dan berperan sebagai diuretik. Selama konsumsi kafein tidak berlebihan, efek positif yang ditimbulkan dapat meng-cover efek negatif yang muncul. Berdasarkan pengalaman, konsumsi ideal kafein untuk mendapatkan manfaat yang diharapkan adalah 50 – 300 mg. Pada dosis ini diharapkan akan timbul efek kewaspadaan, energi, dan peningkatan konsentrasi. Kafein yang dikonsumsi secara berlebihan mengakibatkan gejala kegelisahan yang berlebihan, gugup, dan insomnia (Sitompul 2009).
Kolom pada KCKT terdapat dua jenis, yaitu kolom utama dan kolom pelindung. Kolom utama memiliki penyangga yaitu silika. Pada umumnya tabung kolom terbuat dari baja nirkarat yang digosok, berdiameter 3-5 mm dan panjang 5-30 cm. Panjang kolom yang dipakai berbanding lurus dengan kerumitan cuplikan yang akan dipisahkan. Campuran sederhana sering dapat dipisahkan dengan kolom 5 cm, serta laju aliran fase gerak yang tinggi. Campuran yang lebih rumit mungkin memerlukan kolom 15-25 cm untuk pemisahan yang sempurna. Kolom pelindung adalah kolom pendek biasanya 5 cm dengan kemasan kolom utama dan dipasang diantara sistem penyuntikan cuplikan dan kolom utama. Kolom jenis ini murah, mudah dikemas, dan tekanan baliknya kecil. Kolom pelindung harus sering diganti untuk memelihara keandalan kolom utama yang harganya jauh lebih mahal (Gritter 1991).

Tujuan
Praktikum bertujuan menentukan kadar kafein dalam obat analgesik dengan kromatografi cair kinerja tinggi.

Prosedur
Preparasi standar, larutan induk kafein 100 ppm dibuat menjadi larutan standar 10, 25, dan 50 ppm dalam labu takar 25 ml. Larutan standar induk dipipet secara berurutan sebanyak 2,5 ml , 6,25 ml dan 12,5 ml lalu ditera dengan akuabides. Preparasi sampel, bobot awal obat analgesik ditimbang. Kemudian obat analgesik tersebut digerus dalam mortar dan ditimbang sebanyak 0.05 gram. Selanjutnya dilarutkan dengan akuabides dalam labu takar 50 ml. Semua standar dan sampel disaring dengan membran filter. Sebanyak 10 mikroliter standar dan sampel diinjeksikan kedalam kromatografi cair kinerja tinggi dengan waktu pemisahan selama 5 menit.

Hasil dan Perhitungan
Tabel 1 Deret standar kafein
Konsentrasi standar (ppm) Luas Area
10 471425
25 1144630
50 1956653

Gambar 2 Kurva deret standar

Tabel 2 Penentuan kadar kafein dalam sampel obat analgesik
Ulangan Luas Area Konsentrasi (ppm) % b/b % ketepatan % ketelitian
1 2392242 61.1309 5.88 97.51
2 603842 12.3185 1.231 20.16 62.62
3 2343887 59.8953 5.87 97.38
• Sampel 1 :
Bobot tablet 1 = 0.8292 gram
Bobot yang ditimbang = 0.0520 gram = 52 mg
50 mg dalam tablet %b/b = mg analat .x 100%
, mg sampel
= 50 mg .x100%
829.2 mg
= 6.03 %
Perbandingan luas area = LA Sampel . x [std]
LA Std terbesar
= 2392242 .x 50
1956653
= 61.1309 ppm
61.13089 ppm = 61.13 mg / L = 61.13 x 0.05 = 3.056 mg
% b/b = 3.056 mg .x 100%
52 mg
= 5.88%
%ketepatan = 5.88 .x 100%
6.03
= 97.51 %

• Sampel 2 :
Bobot tablet 2 = 0.8190 gram
Bobot yang ditimbang = 0.0500 gram = 50mg
50 mg dalam tablet %b/b = mg analat .x 100%
, mg sampel
= 50 mg .x100%
819 mg
= 6.11 %
.a = 152309.4082
.b = 36656.2326
.r = 0.9960
. y = a + bx
603862 = 152309.4082 + 36656.2326 x
. x = 12.3185 ppm
12.31 x 0.05 = 0.6155 mg
% b/b = 0.6155 mg .x 100%
50 mg
= 1.231%
%ketepatan = 1.231 .x 100%
6.11
= 20.16 %

• Sampel 3 :
Bobot tablet 3 = 0.8287 gram
Bobot yang ditimbang = 0.0510 gram = 51mg
50 mg dalam tablet %b/b = mg analat .x 100%
, mg sampel
= 50 mg .x100%
828.7 mg
= 6.03 %
Perbandingan luas area = LA Sampel . x [std]
LA Std terbesar
= 2343887.x 50
1956653
= 59.8953 ppm
59.8953 ppm = 59.89 mg / L = 59.89 x 0.05 = 2.9947 mg
% b/b = 2.9947 mg .x 100%
51 mg
= 5.87 %
%ketepatan = 5.87 .x 100%
6.03
= 97.38 %

%ketelitian = √ (x-x)2
. (n-1) . x 100%
x
= √ (61.1309 – 44.4482) 2 (12.3185 – 44.4482) 2
. (3-1) . + . (3-1) .
44.4482 44.4482
(12.3185 – 44.4482) 2
. (3-1) . x 100%
59.8953
= 62.62 %
Pembahasan
Penentuan kadar kafein dalam obat analagesik dilakukan dengan kromatografi cair kinerja tinggi. Kafein selain pada obat terdapat pula pada kopi, teh dan minuman berenergi. Dengan kromatografi cair kinerja tinggi dilakukan pemisahan kafein dari senyawa-senyawa lain yang terdapat dalam obat analgesik tersebut. Kafein terdeteksi pada waktu retensi 7 menit. Standar yang digunakan adalah standar kafein dengan konsentrasi 10, 25, dan 50 ppm. Konsentrasi sampel 2 masuk kedalam deret standar yaitu 12.31 ppm, sedangkan Sampel 1 dan sampel 3 konsentrasinya melebihi standar yaitu 61.1309 ppm dan 59.8953 ppm.
Sampel 1 dan sampel 3 karena konsentrasi yang didapat melebihi deret standar maka konsentrasinya tidak dihitung menggunakan regresi linier melainkan dihitung dengan perbandingan luas area. Luas area sampel dibandingkan dengan luas area terbesar dan dikalikan konsentrasi standar. Diperoleh konsentrasi sampel 1 sebesar 61.1309 ppm dan sampel 3 sebesar 59.8953 ppm. Persen bobot per bobot diperoleh sebesar 5.88 % dan 5.87% artinya bahwa dalam 100 mg sampel terkandung 5.88 mg kafein untuk sampel 1 dan 5.87 mg kafein untuk sampel 3. Persen ketepatan yang diperoleh sebesar 97.51% untuk sampel 1 dan 97.38% untuk sampel 3. Hasil percobaan dikatakan akurat bila memiliki persen ketepatan 70-130%. Bila hasil memiliki persen ketepatan diatas 100% dapat dikatakan kesalahan positif, kesalahan yang masih dapat ditolerir.
Sampel 2 dihitung konsentrasinya menggunakan regresi linier dengan persamaan garis y = 152309.4082 + 36656.2326 x dan nilai r sebesar 0.9960. Hasil yang diperoleh mendekati sempurna yaitu nilai r mendekati 1. Persen bobot per bobot untuk sampel 2 diperoleh 1.231% artinya bahwa dalam 100 mg sampel mengandung 1.231 mg kafein.. Dalam penetuan konsentrasi kafein pada sampel 2, obat analgesik ditimbang mengunakan kertas dan langsung dimasukkan kedalam labu takar. Seharusnya sampel ditimbang menggunakan kaca arloji dan selanjutnya dipindahkan dahulu kedalam gelas piala sambil dibilas dengan akuabides dan kemudian dari gelas piala dipindahkan kedalam labu takar dan ditera. Bila sampel obat analgesik tersebut ditimbang menggunakan kertas, dimungkinkan kertas dapat menyerap sampel sehingga konsentrasi yang akan diperoleh menjadi berkurang dari yang sebenarnya. Persen ketelitian yang diperoleh sebesar 62.62%. Dari ketiga sampel yang duiji kadar kafeinnya tidak melebihi ambang batas kafein dalam obat. Ambang batas kafein dalam obat analgesik atau pereda rasa nyeri sebesar 32-65 mg (Harsa 2010). Bila kadar kafein melebihi ambang batas dapat menyebabkan, gangguan kesehatan, seperti jantung berdebar, gelisah, insomnia (sulit tidur), gugup tremor (tangan bergetar), ketergantungan bahkan mual sampai muntah-muntah.

Simpulan
Berdasarkan percobaan diperoleh hasil bahwa kadar kafein dalam obat analgesik sebesar 62.62%

Daftar pustaka
Harsa. 2010. Efek Buruk Kafein (terhubung berkala) http://knohca.multiply.com/journal/item/7 (28 Mar 10)
Gritter. 1991. Pengantar Kromatografi. Bandung : penerbit ITB.
Sitompul J.P. 2009. Studi Dekafeinasi Kopi dengan CO2 Superkritik
dan Perolehan Kafein. Jurnal Seminar Nasional Teknik Kimia Indonesia – SNTKI 2009 Bandung, 19-20 Oktober 2009


Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: